Merasa Hebat

DIYerLabs – Disebuah perusahaan coklat dengan merek ternama. Merek Magqeen adalah olahan kakao terenak yang pernah ada. Dari muda hingga tua sangat menyukainya.

Kalau bulan Februari Valetine day, coklat itu selalu mengeluarkan rasa baru atau cara mengemas jadi buket bunga terkadang ada diskon. Coklat dipadukan dengan kacang almon yang renyah.

Diolah dengan tepat menjadikan rasanya hemmm lezaat. Ditambah ada varian dark coklat dan white coklat. Aduuuh mantap betul. Kali ini, aku takkan membahas coklatnya tapi, bosnya.

Kalau ngomongin orang yang satu itu, inginku berkata kasar tapi ku tahan – tahan. Hai teman – teman kenalin ,aku Hani Kemayu Ningsih. Panggil saja Hani. Umurku tahun ini menginjak usia 25 tahun.

Aku lulusan Universitas Merdeka dengan jurusan akuntansi. Dulu aku ingin bekerja di bank tapi, aku sekarang terjebak dalam perusahaan coklat magqeen. Ku pikir, pekerjaan ini akan menyenangkan.

Setelah melamar lalu diterima,  ternyata gak menyenangkan sama sekali. Teman – temanku sangat baik dan sangat peduli sekali. Hari pertama masih baik – baik saja tapi, setelahnya hah berat.

Teman – temanku mulai bercerita tentang bosku yang unik ini bernama Bambang Suminto. Berbadan tinggi dengan perut besar bucit rambut agak panjang. Wajah bulat dengan kulit sawo matang dengan tompel dipipi kanan menjadi ciri khas.

Kalau ke kantor sering telat. Misal ada rapat, semua udah datang. Ehh dia datang telat 1 jam. Bayangkan hanya nunggu dia aja hadeeh…

Pak Bambang sangat terkenal menyebalkan, waktunya pulang. Ehh tiba – tiba minta ada lembur, padahal gak ada bahan untuk lembur.

Kan nyebelin dan satu lagi, aku sudah sampai rumah udah mandi, pakai skincare, mau bobok cantik. Baru narik selimut tiba – tiba, handponeku berbunyi. Dia menelepon menyuruhku untuk ikut work shop di luar kota dan berangkat jam 11 malam sedang ini sudah 9.30 malam.

OMG… acara 3 hari lagi, makin pening kepalaku. Aku udah gak ada waktu untuk keluarga semua tentang kerja, kerja, kerja hahahahaa. Bisa gak sih kita pulang tepat waktu. Kalau sudah pulang pegawainya jangan diusik.

Kan bisa jadi emosi aku. Selain menyebalkan, dia sangat pelit pemirsa. Di kantor gak ada AC, kipas angin aja hanya beberapa. Computer cuma ada tiga padahal pegawainya lebih dari 10. Pelit kan.

Tapi ada satu yang sangat aku kagumi daripada Pak Bambang itu adalah cinta pada keluarga. Selalu menyempatkan waktu untuk keluarganya. Pernah ya kantor libur 2 minggu karena dia pergi ke Bali dengan keluarga.

Setelah itu bikin rusuh di kantor. Beliau pecinta mobil antik, terkadang yang dibawa ke kantor itu juga menimbulkan masalah pas mau dipakai untuk pulang mogok. Satu kantor suruh dorong. Bayangkan, aku sudah habis kata – kata untuk atasanku ini.

Seminggu yang lalu, istrinya ikut ke kantor dengan membawa makanan untuk kami. Kupikir beliau tak semenyebalkan suaminya tenyata, mereka sama saja. Istri pak Joko membawa kue hijau bundar cuma satu buah saja padahal, pegawainya ada 10 lebih. Mana cukup.

Akhirnya, kami bagikan kecil – kecil yang penting cukup. Anaknya apa lagi, nakal banget. Namanya Galung, anak lak i- laki tunggal di keluarga pak Bambang. Nakalnya sampek ubun – ubun.

Bagaimana tidak, aku lagi makan dengan teman Dewi dan Novi. Biasalah, cewek makan sambil ngobrol gitu. Tiba – tiba Galung datang ke meja kami, menuangkan air ke nasi Novi.

Sebelumnya tadi nasi dengan lauk ayam geprek Cik Nur, sangat lezat menjadi sayur lauk ayam geprek. Untung ayamnya dipisah, coba kalo gak, tak tahulah jadi apa. Jadi buang iya.

Jadi, satu keluarga sangat menyebalkan, hihhhh gemes aku. Inginku keluar dari kantor ini tapi, aku sangat suka dengan lingkunganya yang baik dan kerjaannya aku sangat suka. Cuman kenapa bosnya bisa semenyebalkan seperti itu? Kapan dia pindah dari kantor ini?.

Bosku ini sangat takut sama kabel jadi, kalau liat kabel dia akan lari terbirit – birit. Kalau dia sedang menyebalkan, kita kasih kabel computer biar dia lari keluar kantor.

Kabel di kantor ditutup lakban hitam dibunhgkus dengan rapi. Jadi, ia bisa masuk kantor dengan aman. Pernah seminggu ia gak masuk karena kami kerjain dengan kabel computer di ruangannya dibuka semua.

Jadi, ia takut sampai tak berani masuk kantor. Saking senangnya, kami sampai syukuran hahaha. meskipun sesaat tapi itu saat yang menyenangkan.

Di hari Rabu yang sangat cerah, ia datang tepat waktu tak seperti biasanya. Biasanya ia berpakaian berantakan dan sekarang rapi, wangi lagi. Biasa pagi – pagi sudah mengoceh tak jelas, apa – apa tak beres. Tapi ini, ia sopan datang hanya senyum yang terlihat.

Wajah amat berbeda dengan biasanya. Kami dengan Ria dapat teguran dari pusat, ternyata selama ini ia dipantau oleh pusat tentang kenerjanya. Interaksi dengan pegawai dan kelengkapan barang yang butuhkan di kantor.

Dua hari yang lalu, ada computer baru datang kurang lebih 30 unit. Lalu, ada juga datang ke kantor untuk menanyai kami tentang pak Bambang. Iya kami jawab jujur apa adanya seperti keseaharian di kantor. Mungkin itu jadi penilaian karena sebagai atasan dia gak boleh begitu.

Pagi dihari Jum’at yang sangat cerah awan, di langit warna biru muda ditambah kicauan burung sangat merdu cocok untuk menjadi semangat kami masuk ke kantor. Kami masuk seperti biasa mengerjakan tugas masing – masing ditempat duduk.

Berkat bantuan computer yang banyak membuat kami makin cepat kerja dan lebih efisien. Pabrik sedang membuat coklat untuk menyambut ulang tahun Magqeen yang ke-25 tahun mengudara di pasaran.

Aku sedang membuat panckage yang lucu dan romantic. Aku merasa heran sebab, hampir tengah hari aku tidak melihat pak Bambang sama sekali. Nanti habis makan siang, coba ku tanya ke sekertarisnya saja.

Aku makan siang dengan menu nasi dengan orek tahu telur pedas ditambah krupuk hemmm enak sekali. Mengalahkan makanan restoran deh. Minumannya es buah yang segar karena cuaca hari sangat panas.

Nasiku sudah lenyap dalam hitungan menit lalu, aku bergegas menuju ruangan sekertaris pak Bambang. Tenyata, ia dipindah ke luar kota. Aku antara senang dan sedih.

Senangnya dia tidak ada lagi di kantor ini tapi, aku sedih tak ada orang seperti dia. Hari kamis tenyata beliau dipanggil ke kantor pusat, ia dimarahi habis – habisan tentang kenerjannya selama ini.

Opsi lain adalah memindahkannya keluar kota agar dia bisa memperbaiki kenerjanya. Sebab, pak Bambang terlalu lama di kantor kami. Seakan – akan dia yang paling berkuasa untuk segalanya, terlebih urusan pribadi pegawainya.

Teman – teman kami mendengar berita itu langsung full senyum dan bahagia sekali. Tak ada orang yang menyebalkan macam pak Bambang, yang suka mengomel dipagi hari.

Semua tampak hambar, tak ada yang istimewa. Suasana kantor yang sunyi, hanya suara computer dan AC saja. Semua sibuk dengan pekerjaan. Datang ke kantor, kerja, makan siang, kerja lagi. Lalu pulang hanya begitu setiap harinya. Tak ada cerita pak Bambang atau keluarganya.

Ternyata meskipun dia menyebalkan sekali dan sering bikin rusuh, dia bisa memberi warna untuk kantor ini. Dengan cerita yang konyol terkandang membuat sedih. Pak Bambang pergi seperti ada yang hilang.

Tapi, gak apa – apa semua tetap bisa berjalan seperti biasa. Dari pak Bambang kita bisa belajar bahwa jadi bos atau owner itu gak mudah, gak semata – mata hanya menyuruh kerja lalu menggajinya saja.

Kita juga harus mampu membedakan urusan kantor dan pribadi, jangan dicampur adukkan. Sesekali cobalah pahami pegawai jangan egois hanya mementingkan urusan pribadi.

Benar bos berkuasa di kantor tapi, ya ada atuarannya. Gak sembarangan. Jadilah bos atau owner yang bijaksana, mengerti pegawainya, melakukan hal yang normal sebagai atasan.

Atasan harus menjadi contoh pegawainya, jika tidak bisa jadi contoh bagaimana nanti jadinya perusahaan atau usaha tersebut. Antara maju atau gulung tikar. Jadi, bos atau owner itu juga harus punya strategi marketing yang harus bisa mengikuti berkembangan dunia digital.

Mau tidak mau jika ingin usahanya tetap eksis dipasaran. Mulai dari memanfaatkan social media hingga flatfrom digital seperti shopee atau tokopedia.

You May Also Like

About the Author: administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.