Tempat Terindah Di Dunia

 

Dahulu kala hiduplah sepasang kelinci berbulu putih bersih. Daun telinga Panjang dan cara jalan melompat menjadi ciri khasnya. Sepasang kelinci itu kakak beradik bernama romi dan rami. Mereka tinggal sebuah gubuk sederhana di tengah hutan. Sehari-hari mereka menacari makan dengan mengumpulkan buah-buahan. Mencari kayu bakar untuk penerangan sekaligus untuk memasak. Romi dan rami sangat berbeda pada sifatnya. Romi yang sangat ceroboh,jail, tapi baik hati sedangkan rami yang penurut,ramah, rajin dan sangat mudah bergaul. Rami terkenal mempunyai banyak teman membuat romi iri rami punya teman sangat banyak tapi dia tidak punya teman. Temannya rami juga teman romi. Rami mengundang temannya seperti kura-kura,kancil,harimau, dan katak untuk makan bersama sebab mereka habis panen buah yang sangat banyak. Tak lama merekapun datang “hai rami romi” sapa teman-temanya. Mereka masuk ke rumah dan duduk di ruang tamu yang sudah ditata buah yang habis dipanen. Mereka memakan buah tersebut sambil mengobrol. “eh romi kenapa kau tidak ikut mengobrol sini” panggil kura-kura, romi berjalan menghampiri kura-kura. “tak apa aku hanya merasa kesepaian saja rami punya teman sedang aku…” ucap romi dengan wajah sedih “apa kamu bilang teman rami ya temanmu juga” ucap kancil yang bijak macam aku hehehe… “iya kak kenapa kakak bepikir seperti itu?” ucap rami sambil ikut sedih. Setelah disemangati adik dan teman-temannya ia pun tak sedih. Malam pun tiba mereka pun pulang. Romi sedang menonton tv acara upin ipin betul betul sedang rami membersihkan bekas acara tadi.

Keesokan harinya romi yang merasa bosan telah lama tinggal di hutan berpikir untuk merantau. Ia bosan dengan kegiatannya maupun dengan suasananya. Ingin sekali pergi dari hutan untuk merasakan hal baru di kota . ia bertanya pada harimau apakah dia tahu tempat terindah di dunia ini karena harimau sering keluar masuk hutan. Harimau berkata ia tidak tahu karena semua tempat punya suasana indah sendiri. Tak puas dengan jawaban harimau ia bertanya dengan kancil yang bijak. Jawaban nya juga sama akhirnya ia memutuskan untuk merantau. Romi mengajak rami untuk merantau sebab romi tak tega meninggal rami sendirian tapi jika diajak dia merasa takut ia akan sensara. Akhirnya romi sendiri yang pergi merantau di temani kancil sedangkan rami ditinggal bersama teman—teman yang lain. Rami dengan menangis melepas kakak kesayangannya untuk pergi merantau.

Romi dan kancil berjalan dengan membawa bekal buah-buahan untuk dimakan di perjalanan. Kancil bertanya pada romi ia akan merantau kemana jawaban romi tidak tahu jalan saja sampai ke kota. Sesampai di kota, mereka ke tempat yang merasa indah. Mulai dari pasar,pantai,gunung, taman, dan bahkan pusat pembejaan. Romi merasa masih kurang indah. Awalnya dia bersemangat untuk pergi merautau tapi sekarang ia ekspektasinya ditampar realita ternyata benar kata harimau dan kancil. Romi dan kancil menutuskan istirahat disalah satu gubuk di kaki gunung di sana ada penjual nasi uduk ibu kanguru bersama anaknya. Kancil yang sangat menutuskan untuk makan di sana sebab bekalnya habis di perjalanan. Ibu itu bertanya darimana kalian berdua kok sepertinya sangat Lelah romi menjawab kami habis berkeliling untuk mencari tempat yang indah di dunia untuk ku jadikan rumah sebab rumahku membosankan jadi aku ingin pindah. Senja berganti malam kami memutuskan untuk menacari penginapan ibu kanguru menawarkan kalau mereka bia tinggal di rumahnya. Karena kita tidak punya tempat yang tuju jadi kita mau.

Sebelum tidur kita menyusun rencana kemana saja kita akan pergi. Tempat mana saja untuk tuju. Disela sela menyunsun renacana aku menyempatkan mengirim surat untuk rami yang akan ku titipan ke burung merpati. Setelah selesai kita memutuskan tiidur untuk mengisi energi esok hari. Esok bisa saja menjadi hari yang Panjang. Fajar masih mengintip aku sudah bangun untuk bersiap. Ku tata tasku nanti aku berniat ke hutan samping rumah ibu kanguru hendak mengabil buah di sana untuk bekal nanti. Jam dinding menunjukan pukul 06.00 pagi kancil yang baru bangun langsung mandi dan berkemas. Setelah berkemas kita diajak sarapan dengan menu nasi goreng dan telur mata sapi sebagai lauknya. Ibu kanguru dan sudah menyiapkan di atas meja makan kita tinggal menikmati saja.
kita berpamitan dengan ibu kanguru untuk melanjutkan perjalanan lagi.

Perjalanan baru dimulai ada kejadian yan mengejutkan ada ular yang sangat besar dan Panjang seperti kacang Panjang sadang melilit harimau. Romi dan kancil hendak menolong harimau yang akan dilahap ular itu. Kancil dengan otak cerdiknya ia mau menipu ular. “ular ular kenapa kau melilit temanku harimau?” tanya kancil. “aku kesal padanya mangsaku ia makan akhirnya ia yang akan ku makan” jawab ular sambil melililit lebih kuat. “kau tahu aku ini teman raja sulaiman oarng yang kaya raya dan baik hati tadi aku dan temanku romi baru saja dijamu makan lezat oleh raja sulaiman.” Ucap kancil dengan meyakinkan”benarkah ? apa aku bisa bertemu raja sulaiman aku sangat dan malas untuk mencari makan harimaupun aku masih merasa lapar” ucap ular sambil melongggarkan lilitannya. “boleh sini aku bantu tapi lepaskan dulu temanku’’ ucap kancil. Kancil sedang menyusun rencana untuk lolos dari ular itu.  “kau lihat ada gubuk disana itu rumah raja sulaiman di sana banyak sekali makan kamu tinggal pilih mau apa saja bisa” ucap kancil dengan licik. Ular mengiyakan dan pergi ke goa itu ternyata goa itu berisi ular sanca sangat berbisa. Bukan dia yang dapat makanan tapi ular sanca yang mendapat mangsa. Sesampai di goa ia masuk ke dalam tanpa aba-aba ular sanca itu hendak menggigit tapi kalah cepat dengan ular sawah itu. Ia bisa lolos tapi ia mencari kancil untuk balas dendam.

Lolos dari ular harimau bergabung dengan romi dan kancil mencari tempat yang dimimpikan romi.  Ia sampai di rumah samping sungai yang cernih. Pohon ringdang  dan burung berkicau dengan merdu tenyata itu rumah angsa. Sepasang angsa tinggal di sana dengan sederhana bersama anak lelakinya. Bulu putih bersih dan leher Panjang membuat mereka sangat cantik. Kami pun mampir untuk menumpang istirahat di sana. Istri angsa menyambut kami dengan sopan menyuguhkan teh ditemani biscuit. Kami menikmati cemilan itu angsapun bertanya darimana kalian kok bisa sampai ke rumahku padahal rumahku sangat jauh. Romi menjawab ia hendak mencari tempat terindah di dunia yang akan dijadikan rumah. Angsa menanyakan kenapa harus menacari lagi padahal romi tahu jawabannya. Romi bingung akan ucapan angsa. Harimau dan kancil tahu maksud angsa. Setelah istirahat kami hendak melanjutkan perjalanan angsa berpesan aku disuruh kembali ke rumahku jawabanya ada di sana.

Aku sangat rindu rami memutuskan untuk pulang ke rumah ku aku penasaran dengan berkataan angsa aku akan mencari sendiri setiba di rumah. Seminggu perjalanan akhirnya aku sampai rumah. Rumah yang ku tinggalkan karena merasa bosan. Rami sangat senang aku kembali teman-teman ku juga menyambutku. Aku bergegas mencari apa maksud angsa. Sibuk mencari kancil memanggilku menayaiku apa yang ku cari, angsa berkata jawaban ada di rumahku. Kancil mendengar itu langsung tertwa terbahak bahak. Kancil berkata yang dimaksud angsa itu rumahmu lah tempat terindah dunia kau tahu kenapa karena sini kau punya teman yang, suasana menyenang, kau bisa melakukan apapun yang kamu mau bahkan ada adikmu di sisimu jadi apa yang kau cari. Benar kata kancil aku sudah Bahagia di sini kenapa aku sibuk mencari  tempat terindah di dunia satu jawabannya rumahku sendiri. Sehebat apapun tempat lain hanya rumah yang indah dan nyaman. Aku tertwa dengan keras karena kebodohanku aku menyiakan  waktu yang harusnya untuk nikmati dengan adik dan teman-teman ku gunakan untuk hal yang tak penting. Ibarat pepatah rumbut tetangga lebih hijau tapi rumput ku lebih bagu yang artinya sebaik baiknya rumah orang lain lebih bagus  atau lebih baik rumah sendiri. Akhirnya aku memantapkan hati untuk tinggal di rumah ini karena tempat terindah di dunia adalah rumah ku sendiri.

Selesai…..

Leave a Reply

Your email address will not be published.